Assalamualaikum wr. wb.
Halo
sahabat bahagiaku sekalian, welcome back to my blog..
~Terbakar dulu seperti
Matahari agar dapat Bersinar dengan Terang~
Sebenarnya apa makna dibalik motivasi yang
diberikan oleh Prof. Ali pada setiap mahasiswanya ketika dikelas? Sekarang
bukan hanya sekedar quotes yang Cuma dibaca lalu hilang seperti yang kit abaca
di sosmed, tapi saya merasakan bahwa terkadang seseorang harus ditekan dan
dipaksa untuk sesuatu agar dia tahu sesuatu yang belum pernah kita alami dan
kita kerjakan.
Oke, back to topic gengz..
Kali ini saya akan sedikit memaparkan tentang
bagaimana cara mudah belajar membaca Al-Qur’an dengan mudah dan menyenangkan..
Alhamdulillah beberapa hari yang lalu, kami
mendapat kesempatan untuk dapat dibagi ilmu yang insyaallah akan bermanfaat
dari Ust. Ali Muaffa dan tim dari penyusun seri Tilawati untuk anak anak sampai
manula.
Pada surat Al-Qomar (54): 17,22,32,40,
dijelaskan bahwa siapapun yang ingin mempelajari Al-Qur’an maka akan dimudahkan
oleh Allah Swt. bukan hanya mempelajari tapi juga mengambil hikmahnya.
Pada seri Tilawati, kita diajarkan dengan
berbagai macam metode yang dapat memudahkan dalam belajar membaca Al-Qur’an.
Salah satunya dengan membaca nya tidak hanya sekali dua kali tapi beberapa kali
dengan menggunakan metode yang digunakan malaikat Jibril saat mengajarkan ayat
yang diturunkan Allah untuk Nabi Muhammad SAW. melalui malaikat Jibril yaitu Datar
, Naik , Turun.
Di tilawati juga menggunakan nada
tersebut dengan dipadukan mejadi lagu Rosh. Dimana lagu ini digunakan karena
dinilai sebagai lagu yang paling sederhana dan mudah dipelajari semua kalangan.
Kami disini juga diberi tips bagaimana caranya untuk
mengajarkan Al-Qur’an menggunakan Makro teaching metode Tilawati. Metode
tersebut dibagi mejadi beberapa tahapan, yaitu:
1) Salam
2) Menyapa seluruh santri/siswa
3) Do’a pembuka (Ta’awudz dan
Basmalah)
4) Praga ( Klasikal: teknik
sesuai pertemuan, 1 hal sebagai contoh)
5) Buku, diawali klasikal (T2,
baca simak, 2 putaran), diakhiri klasikal T3 untuk pemantapan
6) Prosentase kelancaran
(lanjut/ulang)
7) Doa penutup (hamdalah)
8) Salam perpisahan
Di pertemuan kedua, kami kedatangan tamu dari
Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al-Qur’an. Disini, kami diajarkan bahwa
Al-Qur’an tidak hanya dipelajari dengan cara membacanya saja, tetapi juga
dimaknai artinya. Kita diharapkan untuk dapat mengkaji dan menerapkan Al-Qur’an
pada kegiatan sehari-hari. Dan dengan memkanai dan menterjemahkan artinya, kita
dapat lebih meresapi apa yang ada dalam kitab suci kita tersebut.
Insyaallah, pertemuan kami tidak hanya cukup
sampai disini. Untuk kedepannya, semoga kami dapat dipertemukan lagi dalam
majlis yang barokah kembali bersama-sama memperdalam kajian terhadap Al-Qur’an.
Buat temen-temen, jangan lupa buat kunjungi di www.terapishalatbahagia.net yaa.. banyak ilmu yang insyaallah bermanfaat untuk kehidupan kita..
akhirul kalam, Wassalamualaikum wr.w.
Salam Bahagia Selalu :)
KAMI KONSELOR IDAMAN ‘18



Ki wes ya tak komen i ki loh
BalasHapusMantab mbk khol
BalasHapus