Selasa, 20 November 2018

Belajar Al-Qur'an mudah menyenangkan? why not :)


Assalamualaikum wr. wb.
Halo sahabat bahagiaku sekalian, welcome back to my blog..
~Terbakar dulu seperti Matahari agar dapat Bersinar dengan Terang~
Sebenarnya apa makna dibalik motivasi yang diberikan oleh Prof. Ali pada setiap mahasiswanya ketika dikelas? Sekarang bukan hanya sekedar quotes yang Cuma dibaca lalu hilang seperti yang kit abaca di sosmed, tapi saya merasakan bahwa terkadang seseorang harus ditekan dan dipaksa untuk sesuatu agar dia tahu sesuatu yang belum pernah kita alami dan kita kerjakan.
Oke, back to topic gengz..
Kali ini saya akan sedikit memaparkan tentang bagaimana cara mudah belajar membaca Al-Qur’an dengan mudah dan menyenangkan..
Alhamdulillah beberapa hari yang lalu, kami mendapat kesempatan untuk dapat dibagi ilmu yang insyaallah akan bermanfaat dari Ust. Ali Muaffa dan tim dari penyusun seri Tilawati untuk anak anak sampai manula.
Pada surat Al-Qomar (54): 17,22,32,40, dijelaskan bahwa siapapun yang ingin mempelajari Al-Qur’an maka akan dimudahkan oleh Allah Swt. bukan hanya mempelajari tapi juga mengambil hikmahnya.
Pada seri Tilawati, kita diajarkan dengan berbagai macam metode yang dapat memudahkan dalam belajar membaca Al-Qur’an. Salah satunya dengan membaca nya tidak hanya sekali dua kali tapi beberapa kali dengan menggunakan metode yang digunakan malaikat Jibril saat mengajarkan ayat yang diturunkan Allah untuk Nabi Muhammad SAW. melalui malaikat Jibril yaitu Datar , Naik , Turun.
            Di tilawati juga menggunakan nada tersebut dengan dipadukan mejadi lagu Rosh. Dimana lagu ini digunakan karena dinilai sebagai lagu yang paling sederhana dan mudah dipelajari semua kalangan.
Kami disini juga diberi tips bagaimana caranya untuk mengajarkan Al-Qur’an menggunakan Makro teaching metode Tilawati. Metode tersebut dibagi mejadi beberapa tahapan, yaitu:
1)     Salam
2)     Menyapa seluruh santri/siswa
3)     Do’a pembuka (Ta’awudz dan Basmalah)
4)     Praga ( Klasikal: teknik sesuai pertemuan, 1 hal sebagai contoh)
5)     Buku, diawali klasikal (T2, baca simak, 2 putaran), diakhiri klasikal T3 untuk pemantapan
6)     Prosentase kelancaran (lanjut/ulang)
7)     Doa penutup (hamdalah)
8)     Salam perpisahan
Di pertemuan kedua, kami kedatangan tamu dari Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al-Qur’an. Disini, kami diajarkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipelajari dengan cara membacanya saja, tetapi juga dimaknai artinya. Kita diharapkan untuk dapat mengkaji dan menerapkan Al-Qur’an pada kegiatan sehari-hari. Dan dengan memkanai dan menterjemahkan artinya, kita dapat lebih meresapi apa yang ada dalam kitab suci kita tersebut.
Insyaallah, pertemuan kami tidak hanya cukup sampai disini. Untuk kedepannya, semoga kami dapat dipertemukan lagi dalam majlis yang barokah kembali bersama-sama memperdalam kajian terhadap Al-Qur’an.

Buat temen-temen, jangan lupa buat kunjungi di www.terapishalatbahagia.net yaa.. banyak ilmu yang insyaallah bermanfaat untuk kehidupan kita..

akhirul kalam, Wassalamualaikum wr.w.

Salam Bahagia Selalu :)





KAMI KONSELOR IDAMAN ‘18