Senin, 20 April 2020

BLUE PRINT STRES


Nama   : Kholidah Putri Rahmawati
Kelas   : B5

  1. Menentukan Variabel Y: Stres
  2. Menentukan Skala Pengukuran: Skala Likert
  3. Menyusun Materi:
a.       Konstruk: Stres
b.      Pengertian menurut para ahli:
1)      Weinberg dan Gould (2003) mendefinisi stess adalah ada ketidakseimbangan antara tuntutan (psikis dan fisik) dan kemampuan memenuhinya.
2)      Anoraga (2003) stess adalah tanggapan seseorang, baik secara fisik maupun secara mental terhadap suatu perubahan di lingkungannya yang dirasakan mengganggu dan mengakibatkan dirinya terancam.
3)      Sarafino (1994) stress merupakan suatu kondisi yang muncul ketika individu berhubungan dengan lingkungannya, ia merasakan ketidaksesuaian antara tuntutan-tuntutan situasional dengan sumber daya biologis, psikologis dan social yang dimilikinya.
Simbol:                                                                                        
1.      A= ketidakseimbangan anatara tuntutan dan kemampuan memenuhinya.
2.      B= tanggapan seseorang terhadap perubahan lingkungan yang mengganggu
3.      C= tidak sesuai dengan tuntutan dan sumber daya yang dimiliki.
4.      Definisi Operasional (DO) Stress adalah ketidakseimbangan antara tuntutan, perubahan lingkungan, sumber daya yang dimiliki dan kemampuan memenuhi yang membuat seseorang merasa terganggu.
5.      Butir-butir instrument:
Definisi Operasional
Indicator
Sub Indicator
Pernyataan
Favorabel
Unfavorabel
Stress adalah ketidakseimbangan antara perubahan lingkungan, tuntutan, sumber daya yang dimiliki dan kemampuan memenuhi yang membuat seseorang merasa terganggu.

Ketidakseimbangan lingkungan dan sumber daya
Tuntutan
Saya terbuka bila dikritik.
Saya merasa risih jika dikritik.
Saya senang jika menuruti apa yang diinginkan orang lain.
Saya terpaksa menuruti keinginan orang lain
Saya banyak mendapat permintaan tolong dari orang lain.
Saya menghindar saat mendapat permintaan tolong dari orang lain.
Tekanan
Saya benci dipaksa melakukan sesuatu.
Saya senang membantu melakukan sesuatu.
Saya merasa tertekan bila ada yang meminta tolong.
Saya senang jika ada yang minta tolong.
Saya memikirkan sesuatu hingga membuat berfikir keras.
Saya bodo amat ketika terjebak pada sesuatu masalah.
Kewajiban.
Saya menunda tugas yang diberikan.
Saya melakukan tugas dengan baik dan tepat waktu.
Saya kehilangan hak jika kewajiban tidak dilaksanakan.
Saya mendapatkan hak jika kewajiban sudah terlaksana.
Saya kesusahan dalam mengerjakan kewajiban.
Saya menikmati apa saja kewajiban yang harus dilakukan.
Merasa terganggu.
Gelisah.
Saya gelisah saat tidak dapat melakukan sesuatu.
Saya tetap berpositif thinking saat sulit melakukan sesuatu.
Saya keringat dingin jika melakukan suatu kesalahan.
Saya berlapang dada ketika melakukan suatu kesalahan.
Saya mencari pengalihan saat gelisah.
Saya diam saja saat gelisah.
Tidak nyaman.
Saya merasa tidak nyaman jika berada pada satu lingkungan baru.
Saya bisa bertahan pada lingkungan apapun.
Saya diam saat merasa tidak nyaman pada suatu tempat.
Saya bisa ngoceh ditempat manapun.
Saya akan menarik diri ketika tidak nyaman.
Saya akan berusahan tetap tinggal di suatu tempat yang baru.
Kemampuan memenuhi tuntutan.
Percaya diri.
Saya Yakin dengan apa yang dilakukan.
Saya Ragu dengan apa yang  dilakukan.
Saya tenang saat terjebak dalam masalah.
Saya cemas saat terjebak dalam masalah.
Saya berani untuk bertemu orang baru.
Saya malu saat pertama kali bertemu orang baru.
Positive Thinking.
Saya melihat suatu masalah dari sisi baik.
Saya melihat suatu masalah dari sisi buruk.
Saya berpendapat bahwa semua masalah ada jalan keluar.
 saya berpendapat bahwa semua masalah membuat frustasi.
Saya berpikiran bahwa bisa melewati masalah yang ada.
Saya merasa sulit untuk menyelesaikan masalah.


Rabu, 15 April 2020

ANGKET KURANGNYA MINAT BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SMA

BERKURANGNYA MINAT BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA SMA
Oleh: Kholidah Putri Rahmawati

Nama informan : Dina
Umur : 16th
Deskripsi kasus
Dina (nama disamarkan) seorang siswi yang duduk dikelas 11 SMA. Dia mengeluh semakin susah dalam memahami pelajaran matematika disekolahnya dikarenakan system pembelajaran yang diubah dari system offline menjadi online. Sedangkan ia dirumah tidak memiliki anggota keluarga yang dapat membantunya dalam mengatasi tugas daring dari gurunya. Karena Dina merupakan tipe anak yang dpat memahami sesuatu dengan bertatap langsung. Ia juga mengakui bahwa ia sangat lemah dalam mata pelajaran matematika. Ia ingin meningkatkan kemampuannya dalam mata pelajaran matematika ini.
Hasil Wawancara
K: konselor
I: Informan
K: Apa yang kamu rasakan saat akan memulai pelajaran matika disekolah? (Terstruktur)
I: pasti aku deg degan mbak. kadang sampai aku ingin bolos aja
K: kenapa kamu ada fikiran seperti itu? (tidak terstruktur)
I: ya aku takut ditunjuk untuk maju, pernah sampai aku hamper nangis karena takut .
K: yang kamu susah pahami apanya? (tidak terstruktur)
I: apa ya mbak, kayak buat nyantol itu susah banget. Cuma lewat gitu aja.
K: trus kan sekarang belajar dirumah, apa yang kamu rasakan? (terstruktur)
I: saya semakin susah paham mbak. dirumah juga yang bantu nggak bisa maksimal.
K: kalau suruh milih, kamu pilih untuk belajar dirumah apa disekolah kayak biasanya? (terstruktur)
I: saya lebih milih disekolah mbak. setidaknya saya masih bisa bertanya secara langsung pada guru saya meskipun dengan rasa takut-takut.
K: mungkin sekarang waktunya kamu belajar mandiri dulu dirumah ya. tetep semangat dan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa paham materi-materinya. (tidak terstruktur)
i: iya mbak. makasih ya

Observasi
Saat saya sedang bertanya tentang apa yang ia rasakan saat mendengar kata matematika ia langsung berubah raut wajah menjadi murung dan berfikir tentang materi-materi yang banyak ia tinggalkan pemahamannya. Dan saat saya saya bertanya lebih memilih disekolah atau dirumah, ia menjawab dengan lantang bahwa ia lebih memilih untuk belajar disekolah.

Contoh Angket




ANGKET MOTIVASI BELAJAR SISWA PETUNJUK PENGISIAN
1. Instrumen ini berisikan sejumlah pernyataan tentang motivasi belajar matematika. Isilah angket ini dengan apa adanya sesuai dengan keadaan diri kamu serta usahakanlah untuk mengisi  seluruh pernyataan  tanpa ada nomor yang terlewatkan.
2.   Bacalah setiap pernyataan dengan teliti.

3.   Berilah tanda chek list (√) pada lembar kolom yang telah disediakan.

4.   Atas kesediaan dan kerjasama kamu dalam mengisi instrumen ini saya ucapkan terima kasih.
5.   Pedoman Alternatif  jawaban adalah sebagai berikut.

Ss = Sering Sekali

Sr = Sering

Kd = Kadang-Kadang

Jr = Jarang

Js = Jarang Sekali

Pernyataan
Ss
Sr
Kd
Jr
Js

1.   Saya belajar matematika atas keinginan
sendiri.






2.   Saya  mempelajari  materi  matematika
sebelum diberikan guru di sekolah.






3.   Dalam mempersiapkan diri untuk
ulangan matematika terlebih dahulu saya menyusun bahan-bahan (soal atau rumus) yang akan saya pelajari secara sistematis.






4.   Saya yakin dapat menguasai pelajaran
matematika meskipun pelajaran matematika dianggap sulit.






5.   Saya  berinisiatif  mengerjakan  latihan
tanpa disuruh guru.






6.   Saya mencatat semua contoh
penyelesaian soal, bagan, gambar, tabel, dan ilustrasi lainnya yang dibuat guru










Pernyataan
Ss
Sr
Kd
Jr
Js

matematika di papan tulis.






7.   Saya rajin belajar karena ingin
mendapatkan hasil belajar yang memuaskan.






8.   Saya  cemas  hasil  belajar  matematika
saya jelek.






9.   Apabila  saya  merasa  ragu-ragu  dalam
menyelesaikan soal atau mengerjakan tugas   matematika,   maka   saya akan mencari contoh yang benar sebagai pola yang akan saya ikuti.






10. Saya   mengerjakan   tugas   matematika
dengan mencontek pekerjaan teman.






11. Saya   mempelajari   matematika   tanpa
target apapun.






12. Saya yakin matematika sangat
bermanfaat untuk masa depan saya.






13. Saya mempelajari lagi materi
matematika yang telah dijelaskan guru di sekolah agar saya lebih memahami materi tersebut.






14. Saya  yakin  bisa  mendapat  nilai  yang
tinggi dalam mata pelajaran matematika jika saya rajin belajar.






15. Saya tidak semangat belajar matematika
karena tidak ada hubungannya dengan cita-cita saya.






16. Saya menjadi lebih bersemangat dalam
belajar matematika saat guru memberikan pujian atas usaha saya dalam menyelesaikan soal.






17. Saya   senang   jika   guru   memberikan
kesempatan pada saya untuk menjelaskan materi yang sudah saya pahami kepada teman-teman yang lain didepan kelas.






18. Saya senang jika guru mengumumkan
siswa  yang  mendapat   nilai  tertinggi dalam ulangan harian.






19. Saya  senang  jika  guru  menilai  hasil
pekerjaan rumah (PR).










Pernyataan
Ss
Sr
Kd
Jr
Js

20. Saya senang jika guru mengumumkan
kelompok terbaik pada saat pembelajaran matematika.






21. Saya merasa tertantang untuk
mengerjakan soal matematika yang sulit.






22. Materi matematika yang dijelaskan guru
begitu membosankan sehingga saya lebih senang menggambar, membuat coret-coretan atau melamun pada saat pembelajaran berlangsung.






23. Saya lebih memahami materi
matematika saat guru memberi contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.






24. Saya  lebih  mudah  memahami  materi
matematika pada saat guru menjelaskan materi tersebut dengan menggunakan slide presentasi berbantuan komputer.






25. Saya merasa bosan dalam belajar
matematika  karena  guru  memberikan latihan soal yang banyak






26. Saya   senang   jika   guru   memberikan
banyak kesempatan untuk bertanya mengenai materi matematika yang kurang dipahami.






27. Teman belajar dalam kelompok
membantu saya memahami materi matematika yang sulit.






28. Saya hanya mencatat hasil penyelesaian
soal-soal matematika dalam diskusi kelompok tanpa memahami hasil diskusi tersebut.






29. Saya  asyik  mengobrol  dengan  teman
sebelah  pada  saat  diskusi  kelompok berlangsung.






30. Adanya bimbingan guru dalam
menyelesaikan latihan soal, membuat saya semangat dalam mengerjakan latihan soal tersebut.









Selasa, 20 November 2018

Belajar Al-Qur'an mudah menyenangkan? why not :)


Assalamualaikum wr. wb.
Halo sahabat bahagiaku sekalian, welcome back to my blog..
~Terbakar dulu seperti Matahari agar dapat Bersinar dengan Terang~
Sebenarnya apa makna dibalik motivasi yang diberikan oleh Prof. Ali pada setiap mahasiswanya ketika dikelas? Sekarang bukan hanya sekedar quotes yang Cuma dibaca lalu hilang seperti yang kit abaca di sosmed, tapi saya merasakan bahwa terkadang seseorang harus ditekan dan dipaksa untuk sesuatu agar dia tahu sesuatu yang belum pernah kita alami dan kita kerjakan.
Oke, back to topic gengz..
Kali ini saya akan sedikit memaparkan tentang bagaimana cara mudah belajar membaca Al-Qur’an dengan mudah dan menyenangkan..
Alhamdulillah beberapa hari yang lalu, kami mendapat kesempatan untuk dapat dibagi ilmu yang insyaallah akan bermanfaat dari Ust. Ali Muaffa dan tim dari penyusun seri Tilawati untuk anak anak sampai manula.
Pada surat Al-Qomar (54): 17,22,32,40, dijelaskan bahwa siapapun yang ingin mempelajari Al-Qur’an maka akan dimudahkan oleh Allah Swt. bukan hanya mempelajari tapi juga mengambil hikmahnya.
Pada seri Tilawati, kita diajarkan dengan berbagai macam metode yang dapat memudahkan dalam belajar membaca Al-Qur’an. Salah satunya dengan membaca nya tidak hanya sekali dua kali tapi beberapa kali dengan menggunakan metode yang digunakan malaikat Jibril saat mengajarkan ayat yang diturunkan Allah untuk Nabi Muhammad SAW. melalui malaikat Jibril yaitu Datar , Naik , Turun.
            Di tilawati juga menggunakan nada tersebut dengan dipadukan mejadi lagu Rosh. Dimana lagu ini digunakan karena dinilai sebagai lagu yang paling sederhana dan mudah dipelajari semua kalangan.
Kami disini juga diberi tips bagaimana caranya untuk mengajarkan Al-Qur’an menggunakan Makro teaching metode Tilawati. Metode tersebut dibagi mejadi beberapa tahapan, yaitu:
1)     Salam
2)     Menyapa seluruh santri/siswa
3)     Do’a pembuka (Ta’awudz dan Basmalah)
4)     Praga ( Klasikal: teknik sesuai pertemuan, 1 hal sebagai contoh)
5)     Buku, diawali klasikal (T2, baca simak, 2 putaran), diakhiri klasikal T3 untuk pemantapan
6)     Prosentase kelancaran (lanjut/ulang)
7)     Doa penutup (hamdalah)
8)     Salam perpisahan
Di pertemuan kedua, kami kedatangan tamu dari Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al-Qur’an. Disini, kami diajarkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipelajari dengan cara membacanya saja, tetapi juga dimaknai artinya. Kita diharapkan untuk dapat mengkaji dan menerapkan Al-Qur’an pada kegiatan sehari-hari. Dan dengan memkanai dan menterjemahkan artinya, kita dapat lebih meresapi apa yang ada dalam kitab suci kita tersebut.
Insyaallah, pertemuan kami tidak hanya cukup sampai disini. Untuk kedepannya, semoga kami dapat dipertemukan lagi dalam majlis yang barokah kembali bersama-sama memperdalam kajian terhadap Al-Qur’an.

Buat temen-temen, jangan lupa buat kunjungi di www.terapishalatbahagia.net yaa.. banyak ilmu yang insyaallah bermanfaat untuk kehidupan kita..

akhirul kalam, Wassalamualaikum wr.w.

Salam Bahagia Selalu :)





KAMI KONSELOR IDAMAN ‘18